contoh – karya tulis untuk SMA

KARYA TULIS

Maraknya Penggunaan Bahasa Campuran

Dalam Percakapan Sehari Hari Di Kalangan Pelajar SMA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Nama   : Miftahul Fikri

Kelas   : XI IPA 1

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 CILEUNYI

Alamat : Jln. Pendidikan Cibiru Wetan Tlp. (022) 7805592 Kec. Cileunyi Kab. Bandung

Website : www.sman1-cileunyi.com E-mail : sman1cileunyi@telkom.net

2010/2011

KATA PENGANTAR

 

Penulis memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia .

Pada kesempatan ini, penulis berusaha semaksimal mungkin mendapatkan hasil yang baik. Seiring itu pula, penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa pihak di bawah ini, yang telah terlibat dalam proses pembuatan karya tulis ini,

  1. Zulkarnain, BA dan Leti Kasyani, BA selaku orang tua dari penulis
  2. Dra. Hartati selaku guru pembimbing
  3. Murid kelas X-3, X-6, dan X-9 angkatan 2010 di SMAN 1 Cileunyi selaku narasumber
  4. Dra. Lugiati Margiana selaku wali kelas XI IPA 1
  5. H. Otang Rismas selaku kepala sekolah SMAN 1 Cileunyi

Karya tulis ini merupakan hasil pengumpulan informasi dan data dari hasil penyebaran angket dan kegiatan wawancara terhadap siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cileunyi mengenai  “ Maraknya Penggunaan Bahasa Campuran Dalam Percakapan Sehari Hari Di Kalangan Pelajar SMA “.

Selain membahas sejauh mana pengaruh lingkungan sosial pelajar SMA terhadap tatacara berbahasa Indonesia, karya tulis ini juga membahas mengenai pengetahuan dan pendapat pelajar SMA tentang penggunaan Bahasa Indonesia maupun bahasa campuran di kehidupan sehari harinya .

 

Karya tulis ini juga dilengkapi dengan saran atau nasihat bagi pembaca agar dapat melestarikan penggunaan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari hari.

Dengan topik yang diambil penulis, penulis berharap kesadaran berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam percakapan sehari hari dapat kembali membaik, sehingga salah satu unsur dari budaya kita dapat selalu lestari .

Saya selaku penulis meminta maaf atas hasil pembuatan karya tulis ini, karena di mata pembaca mungkin karya tulis ini memiliki berbagai kekurangan dan kesalahan . Oleh karena itu, kritik dan sarannya sangat saya harapkan untuk penyempurnaan karya tulis ini lebih lanjut .

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini . Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi semuanya . Amin .

 

 

 

 

 

Bandung, Januari 2011

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………. iii

BAB I  PENDAHULUAN …………………………………………………………. 1

1.1     Latar Belakang ………………………………………………………………….                1

1.2     Penjelasan Istilah ………………………………………………………………                 2

1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………                 3

1.4     Perumusan Masalah …………………………………………………………..                 3

1.5     Tujuan ……………………………………………………………………………..               3

1.6     Hipotesa …………………………………………………………………………..               4

BAB II  LANDASAN TEORI …………………………………………………… 5

2.1     Definisi Bahasa …………………………………………………………………                5

2.2     Definisi Bahasa Indonesia ………………………………………………….                  5

3.2     Definisi Berbicara ……………………………………………………………..                 7

BAB III  METODE PENELITIAN …………………………………………… 9

3.1     Metode Penelitian ……………………………………………………………..                 9

3.2     Setting Penelitian ………………………………………………………………                 10

3.3     Teknik Pengumpulan Data …………………………………………………                  14

3.4     Teknik Pengolahan Data ……………………………………………………                  14

BAB IV  PEMBAHASAN MASALAH ……………………………………… 16

4.1     Analisa Data …………………………………………………………………….                 16

4.2     Analisa Masalah ……………………………………………………………….                 19

 

BAB V  PENUTUP ………………………………………………………………….. 21

5.1     Kesimpulan  ……………………………………………………………………..                21

5.2     Saran ………………………………………………………………………………                21

DAFTAR  PUSTAKA ……………………………………………………………… 23

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai budayanya . dan dari bermacam macam jenis budaya tersebut, bahasa merupakan salah satu unsur utama yang dapat mengidentifikasi atau menceritakan falsafah dari suatu budaya . seiring dengan berbedanya bahasa di suatu daerah, maka akan berbeda pula budaya di suatu daerah itu dengan daerah yang lain .

Seperti yang kita ketahui, bahasa asli yang dimiliki Bangsa Indonesia adalah Bahasa Indonesia, dengan dikukuhkan dalam Kongres Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yaitu pada sila ketiga sumpah pemuda yang berbunyi, “ Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia “  dan sejak itulah Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa pemersatu bagi seluruh rakyat Indonesia .

Namun, pada masa masa ini, pengaruh ego tiap daerah sudah mulai mencuat di permukaan, ditambah dengan pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke negeri ini yang mulai mengikis demi sedikit persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia .

Dan seiring itu pula, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam percakapan kini mulai tersamarkan dengan pencampuran bahasa lokal maupun asing dengan Bahasa Indonesia itu sendiri . hal ini sudah cukup pelik, dikarenakan sudah lunturnya kesadaran anak bangsa terhadap bangsanya sendiri .

Menilik dari tren pergaulan saat ini, dalam percakapan sehari hari tersebut, Bahasa Indonesia sudah disisipi pengaruh bahasa daerah, kata serapan dari bahasa inggris, maupun bahasa pergaulan yang sedang naik daun, yaitu bahasa “alay” .

Mengapa hal tersebut terjadi ? Apakah kondisi ini dapat dijadikan sebagai petunjuk bahwa Bangsa Indonesia saat ini mulai kehilangan jati dirinya dalam berbahasa ? Apakah penyebab mereka lebih menyukai penggunaan bahasa serapan dalam percakapan sehari hari ?

Maka dari itu, penulis berharap hal ini akan menjadi pengetahuan bagi khalayak umum agar dapat menilai fenomena berbahasa di kalangan remaja, sehingga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran .

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang      “ Maraknya Penggunaan Bahasa Campuran Dalam Percakapan Sehari Hari Di Kalangan Pelajar SMA “.

1.2  Penjelasan Istilah

Agar tidak terjadi kerancuan dalam karya tulis ini, penulis akan menjelaskan maksud dari judul penelitian, yaitu “ Maraknya Penggunaan Bahasa Campuran Dalam Percakapan Sehari Hari Di Kalangan Pelajar SMA “.

Bahasa campuran disini dianalogikan sebagai Bahasa Indonesia yang disisipi pengaruh bahasa lain . dan yang mempengaruhi tersebut diantaranya adalah bahasa daerah ( bahasa sunda, bahasa betawi, dan lain lain ), kata serapan dari bahasa inggris, dan bahasa percakapan remaja sekarang, yaitu bahasa “alay” . dan dari kombinasi tersebut, lahirlah suatu gaya berbicara yang baru, yang penulis analogikan sebagai bahasa campuran, sehingga menyamarkan identitas Bahasa Indonesia yang asli .

1.3  Pembatasan Masalah

Mengingat keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, dan keterbatasan sumber yang didapat, maka dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membatasinya yaitu hanya akan membahas tentang pengaruh penyisipan bahasa daerah ( bahasa sunda, bahasa betawi, maupun bahasa daerah lain  ) terhadap Bahasa Indonesia  sehingga disebut sebagai bahasa campuran dalam konteks percakapan sehari-hari .

1.4  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Adakah pengaruh lingkungan sosial pelajar SMA terhadap tatacara berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari harinya ?
  2. Bagaimanakah pengetahuan dan pendapat pelajar SMA tentang penggunaan Bahasa Indonesia maupun bahasa campuran dalam percakapan sehari harinya ?

1.5  Tujuan

Setiap manusia dalam melakukan sesuatu pasti memiliki tujuan . Begitu juga karya tulis ini memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. Ingin mengetahui sejauh mana kesadaran pelajar SMA untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam percakapannya .
  2. Sebagai pengetahuan / referensi untuk pengayaan sumber pembelajaran di sekolah

 

 

1.6  Hipotesa

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis menetapkan suatu hipotesa yaitu pelajar SMA saat ini telah menyamarkan identitas Bahasa Indonesia yang asli, dengan penggunaan bahasa campuran dalam percakapan sehari harinya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1  Definisi Bahasa

Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa memiliki berbagai definisi. Definisi bahasa adalah sebagai berikut:

  1. suatu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.
  2. suatu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain
  3. suatu kesatuan sistem makna
  4. suatu kode yang yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara bentuk dan makna.
  5. suatu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan (contoh: perkataan, kalimat, dan lain-lain.)
  6. suatu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.

2.2  Definisi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20.

Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

 

 

 

2.3  Definisi Berbicara

Berbicara adalah  kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:

  1. pembicara
  2. isi pembicaraan
  3. saluran
  4. penyimak
  5. tanggapan penyimak

Terdapat pula delapan konsep dasar berbicara,yaitu:

1.       Membutuhkan paling sedikit dua orang, tentu saja pembicaraan dapat dilakukan oleh satu orang dan hal ini sering terjadi misalnya oleh orang yang sedang mempelajari banyak bunyi-bunyi bahasa serta maknanya.

2.       Menggunakan salah satu sandi linguistik yang dipahami bersama, bahkan andai katapun dipergunakan dua bahasa namun saling pengertian, pemahaman bersama itu tidak kurang pentingnya.

3.       Menerima atau mengakui satu daerah referensi umum, daerah referensi yang umum mungkin tidak selalu mudah kenal, ditentukan, namun pembicara menerima kecenderungan untuk menentukan satu diantaranya.

4.       Merupakan suatu pertukaran antara partisipan, kedua pihak partisipan yang memberi dan menerima dalam pembicaraan saling bertukar sebagai pembicara dan penyimak.
5.       Menghubungkan setiap pembicara dengan yang lainnya dan lingkungan dengan segera. Perilaku lisan sang pembicara selalu berhubungan dengan responsi yang nyata atau yang diharapkan, dan sang penyimak dan sebaliknya. Jadi hubungan itu bersifat timbal balik antara dua arah.

6.       Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini. Hanya dengan bantuan berkas grafik material, bahasan dapat luput dan kekirian kesegaran bahwa pita atau berkas itu telah mungkin berbuat demikian, tentu saja merupakan salah satu kenyataan keunggulan budaya manusia.
7.       Hanya melibatkan aparat atau perlengkapan yang dengan suara atau bunyi bahasa dan pendengar. Walaupun kegiatan-kegiatan dalam pita audio atau lingual dapat melepaskan gerak visual dan gerak material namun sebaliknya tidak akan terjadi terkecuali pantomim atau gambar, takkan ada pada gerakan dan grafik itu yang tidak berdasar dan dan bergantung pada audio lingual dapat berbicara terus menerus dengan orang-orang yang tidak kita lihat, dirumah, ditempat bekerja dan dengan telpon percakapan percakapan seperti ini merupakan pembicaraan yang khas dalam bentuknya yang paling asli.
8.       Secara tidak pandang bulu mengharap serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil. Keseluruhan lingkungan yang dapat dilambangkan oleh pembicaraan mencangkup bukan hanya dunia nyata yang mengelilingi para pembicara tetapi juga secara tidak terbatas dunia gagasan yang lebih luas, yang harus mereka masuki karena mereka dan manusia berbicara sebagai titik pertemuan kedua wilayah ini tetap memerlukan penelaahan serta uraian yang lebih lanjut dan mendalam.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1  Metode Penulisan

Dalam mengumpulkan data-data dalam penyusunan karya tulis ini agar menjadi akurat dan efektif, maka penulis menggunakan metode berikut :

 

  1. Angket                                 :         Penulis menyebarkan angket yang

bersifat umum untuk mengetahui gambaran pengaruh berbahasa secara umum dan yang bersifat khusus untuk mengetahui secara detail pendapat responden terhadap pengaruh berbahasa dalam penelitian ini .

 

  1. Wawancara                          :         Penulis melakukan tanya jawab

terhadap beberapa murid di SMAN 1 Cileunyi mengenai pengetahuan berbahasa

 

  1. Tinjauan Pustaka                  :         Penulis mencari sumber-sumber

yang berkaitan dengan pengetahuan berbahasa dari beberapa buku sumber dan beberapa situs di internet .

 

3.2 Setting Penelitian

3.2.1 Angket

1.  Pengertian Angket

Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987)
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data
(Dewa Ktut Sukardi, 1983)

2.  Langkah Langkah Menyusun Angket

  • Menentukan data permasalahan dari tema karya tulis
  • Tentukan rumusan masalah yang tepat
  • Cabangkan soal soal dari rumusan masalah tersebut
  • Usahakan membuat soal seefektif mungkin yang hanya memuat jawaban Ya/Tidak
  • Jangan menggunakan soal yang yang mengandung alasan
  • Mulailah membuat soal dari persoalan umum terlebih dahulu
  • Galilah inti masalah dengan persoalan yang lebih khusus setelahnya

3.  Soal Soal Angket

Sebagaimana yang sudah ditetapkan, maka penulis pun memuat beberapa soal angket yang akan disebarkan untuk mengambil data untuk memenuhi kualifikasi penilaian atas permasalahan yang diangkat oleh karya tulis ini, yaitu sebagai berikut :

  1. Apakah anda menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari anda ?
  2. Apakah ayah dan ibu anda menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapannya ?
  3. Apakah lingkungan sekitar rumah anda menggunakan Bahasa Indonesia ?
  4. Dalam lingkungan sekolah, apakah anda mengunakan Bahasa Indonesia ?
  5. Apakah guru anda sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dalam kegiatan belajar mengajar ?
  6. Setujukah anda, apabila sekolah menetapkan harus memakai Bahasa Indonesia yang benar dalam percakapan di lingkungan sekolah ?
  7. Apakah anda takut jika Bahasa Indonesia diakui oleh bangsa lain, seperti kesenian kita ?
  8. Sebagai seorang pemuda/pemudi yang melihat fenomena berbahasa sekarang, apakah anda ingin melestarikan bahasa Indonesia yang benar ?
  9. Dalam berkomunikasi di jejaring sosial, apakah anda cenderung menggunakan Bahasa campuran ?
  10. 10.   Jika menonton acara di televisi, apakah bahasanya cenderung menggunakan bahasa campuran ?
  11. 11.   Apakah anda tahu sumpah pemuda ?
  12. 12.   Apakah anda tahu sila ketiga sumpah pemuda ?
  13. 13.   Apakah anda tahu tatacara berbahasa Indonesia yang baik dan benar ?
  14. 14.   Apakah anda tahu aturan EYD dalam Bahasa Indonesia ?
  15. 15.   Menurut anda, apakah Bahasa Indonesia itu baku ?
  16. 16.   Menurut anda, apakah tatacara berbahasa Indonesia yang benar sudah mulai punah di kalangan pelajar ?
  17. 17.   Menuju ke para pejabat, apakah para petinggi republik ini sudah mencontohkan berbahasa Indonesia yang benar ?
  18. 18.   Menurut anda, pentingkah pelajaran mengenai berbahasa Indonesia yang baik di sekolah ?
  19. 19.   Jika penting, apakah anda sudah menerapkannya ?
  20. 20.   Sebagai putra-putri Indonesia, apakah anda cinta Bahasa Indonesia ?

 

 

 

 

3.2.2  Wawancara

1. Pengertian Wawancara

Wawancara atau interview adalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau narasumber. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya disiapkan terlebih dahulu yang diarahkan pada perolehan informasi yang diinginkan. Pada pelaksanaannya, pewawancara dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Jika ada informasi yang menarik dan perlu diketahui lebih lanjut, pewawancara dapat mengajukan pertanyaan baru di luar konsep pertanyaan yang telah disediakan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari wawancara :

  • Kelebihan Wawancara:
  1. i.            Hasil wawancara secara kualitas dapat dipertanggung jawabkan
  2. ii.            Mempunyai nilai yang tinggi
  3. iii.            Semua kesalahpahaman dapat dihindari
  4. iv.            Pertanyaan yang telah disiapkan dapat dijawab oleh narasumber dengan penjelasan penjelasan tambahan
  5. v.            Setiap pertanyaan dapat dikembangkan lebih lanjut
  6. vi.            Informasi yang diperoleh langsung dari sumber pertama
  7. i.            Data atau informasi yang dikumpulkan sangat terbatas
  8. ii.            Memakan waktu dan biaya yang besar jika, dilakukan dalam suatu wilayah yang luas
  • Kelemahan Wawancara:

 

2.  Langkah Langkah Berwawancara

Beberapa tahap dalam wawancara, yakni sebagai berikut.

  • Tahap Pendahuluan atau Pembukaan

Tahap ini merupakan tahap awal untuk memberi kesan yang menyenangkan dan untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga kegiatan wawancara berjalan dengan baik.

  • Tahap Kegiatan Tanya Jawab

Tahap ini merupakan tahap selanjutnya setelah suasana untuk wawancara telah memungkinkan.

  • Tahap Penutup

Tahap ini merupakan tahap penyimpulan terhadap masalah yang menjadi pokok perbincangan.

Kita dapat mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan oleh narasumber pada tahap tanya jawab. Berdasarkan tanya jawab tersebut, kita pun dapat menyimpulkan hasilnya. Adapun bentuk pertanyaan yang dapat disampaikan, di antaranya:

  • Pertanyaan terbuka, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas.
  • Pertanyaan langsung, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat, dan kadang-kadang dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak”.
  • Pertanyaan tertutup, yakni pertanyaan yang membatasi ruang gerak narasumber, bahkan kemungkinan jawabannya telah tersedia.

3.3  Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto ( 2006 : 232 ), “ pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode interview, tes observasi, kuesioner, dan sebagainya “

Pengumpulan data dalam pembuatan karya tulis ini dilakukan dengan bebrapa teknik, yaitu tinjauan pustaka, penyebaran angket, dan wawancara .

Tinjauan pustaka dilakukan guna menetapkan teori yang mendasari permasalahan yang dibahas dalam karya tulis ini .

Penyebaran angket dilakukan dengan tujuan menyampaikan pertanyaan tertulis untuk diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga .

Wawancara dilakukan untuk menganalisa respon atau tanggapan mengenai permasalahan yang dirumuskan oleh penulis.

Dari ketiga teknik tersebut, penulis dapat menentukan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut .

3.4  Teknik Pengolahan Data

  1. Proses dan hasil wawancara

Semua keterangan hasil wawancara dijadikan landasan untuk melakukan refleksi . dalam hal ini, peneliti akan membandingkan keterangan hasil wawancara yang telah dilakukan untuk menentukan sampai tidaknya pada hal yang ingin dicapai .

Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan semua hasil catatan pada saat pelaksanaan wawancara. Semua keterangan mengenai pengetahuan responden mengenai permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini, akan dianalisis .

  1. Proses dan hasil kuesioner ( angket )

Semua keterangan hasil kuesioner dijadikan landasan untuk melakukan refleksi . dalam hal ini, peneliti akan membandingkan keterangan hasil kuesioner yang telah dilakukan untuk menentukan sampai tidaknya pada hal yang ingin dicapai .

Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan semua hasil kuesioner pada saat pelaksanaan kegiatan. Semua keterangan mengenai pengetahuan responden mengenai permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini, akan dianalisis .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Analisa Data

4.1.1 Angket

Penulis telah melakukan penyebaran angket mengenai permasalahan karya tulis ini . Objek yang menjadi narasumber dalam penyebaran angket  ini berjumlah 40 orang, yang terdiri dari siswa/siswi kelas X-3 sejumlah 21 orang, kelas X-6 sejumlah 18 orang, dan kelas X-9 sejumlah 1 orang . dan dari hasil penyebaran angket tersebut, penulis dapat mengolah data penelitian dalam bentuk tabel . Penulis mengelompokkan jawaban koresponden dalam bentuk jumlah orang  ( bercetak tebal ) dan dalam bentuk persen ( tanda kurung ) .

 

 

No Pertanyaan Ya (%) Tidak (%)
Apakah anda menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari anda ? 24 (60) 16 (40)
Apakah ayah dan ibu anda menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapannya ? 16 (40) 24 (60)
Apakah lingkungan sekitar rumah anda menggunakan Bahasa Indonesia ? 14 (35) 26 (65)
Dalam lingkungan sekolah, apakah anda menggunakan Bahasa Indonesia ? 21 (52) 19 (48)
Apakah guru anda sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dalam kegiatan belajar mengajar ? 20 (50) 20 (50)
Setujukah anda, apabila sekolah menetapkan harus memakai Bahasa Indonesia yang benar dalam percakapan di lingkungan sekolah ? 31 (77) 9 (23)
Apakah anda takut jika Bahasa Indonesia diakui oleh bangsa lain, seperti kesenian kita ? 31 (77) 9 (23)
Sebagai seorang pemuda/pemudi yang melihat fenomena berbahasa sekarang, apakah anda ingin melestarikan bahasa Indonesia yang benar ? 38 (95) 2 (5)
Dalam berkomunikasi di jejaring sosial, apakah anda cenderung menggunakan Bahasa campuran ? 34 (85) 6 (15)
10. Jika menonton acara di televisi, apakah bahasanya cenderung menggunakan bahasa campuran ? 26 (65) 14 (35)
11. Apakah anda tahu sumpah pemuda ? 27 (67) 13 (33)
12. Apakah anda tahu sila ketiga sumpah pemuda ? 18 (45) 22 (55)
13. Apakah anda tahu tatacara berbahasa Indonesia yang baik dan benar ? 28 (70) 12 (30)
14. Apakah anda tahu aturan EYD dalam Bahasa Indonesia ? 25 (62) 15 (38)
15. Menurut anda, apakah Bahasa Indonesia itu baku ? 11 (27) 29 (73)
16. Menurut anda, apakah tatacara berbahasa Indonesia yang benar sudah mulai punah di kalangan pelajar ? 29 (72) 11 (28)
17. Menuju ke para pejabat, apakah para petinggi republik ini sudah mencontohkan berbahasa Indonesia yang benar ? 13 (32) 27 (68)
18. Menurut anda, pentingkah pelajaran mengenai berbahasa Indonesia yang baik di sekolah ? 40 (100) 0 (0)
19. Jika penting, apakah anda sudah menerapkannya ? 18 (45) 22 (55)
20. Sebagai putra putri Indonesia, apakah anda mencintai Bahasa Indonesia ? 38 (95) 2 (5)

 

 

4.2.2 Wawancara

Penulis telah melakukan wawancara dengan responden mengenai permasalahan karya tulis ini . Objek yang menjadi narasumber dalam wawancara ini berjumlah 10 orang, yang terdiri dari siswi kelas X-3 sejumlah   9 orang,  dan kelas X-9 sejumlah 1 orang . dan dari hasil wawancara tersebut, penulis dapat mengolah data penelitian sebagai berikut :

  1. Menurut anda, apakah Bahasa Indonesia itu baku ?                                 Jawaban : Tidak

Alasan : karena dalam Bahasa Indonesia ada kata yang baku dan ada yang

tidak baku

  1. Menurut anda, apakah tatacara berbahasa Indonesia sudah mulai punah di kalangan pelajar ?                                                                             Jawaban : Ya

Alasan : karena di kalangan para pelajar sudah ada bahasa yang baru

  1. Menuju ke para pejabat, apakah para petinggi republik ini sudah mencontohkan berbahasa Indonesia yang benar ?                              Jawaban : Tidak

Alasan : Mereka terbukti masih menggunakan bahasa campuran

  1. Menurut anda, pentingkah pelajaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah ?                                                                            Jawaban : Ya

Alasan : Supaya anak Indonesia bisa berbahasa Indonesia dengan baik

dan benar

  1. Apakah pendapat anda, jika sekolah menerapkan harus memakai Bahasa Indonesia yang benar dalam percakapan di lingkunga sekolah ?    Jawaban : Ya

Alasan : Setuju, karena di kalangan pelajar sudah jarang menggunakan

Bahasa Indonesia,  jadi harus dilestarikan kembali

  1. Apakah anda takut, jika Bahasa Indonesia diakui oleh bangsa lain, seperti kesenian kita ?                                                                                        Jawaban : Ya

Alasan : karena Bahasa Indonesia adalah bahasa negara Indonesia . Jika

diakui oleh negara lain, maka sama saja seperti menginjak-injak

harga diri bangsa Indonesia

  1. Sebagai putra putri Indonesia, apakah anda mencintai Bahasa Indonesia Jawaban : Ya

Alasan : Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa kebangsaan kita

  1. Sebagai seorang pemuda yang melihat fenomena berbahasa sekarang, apakah anda ingin melestarikan Bahasa Indonesia?                        Jawaban : Ya

Alasan : Supaya anak Indonesia bisa berbahasa Indonesia dengan baik

dan dikenal dengan warga yang berbahasa baik

  1. Apakah guru anda sudah memakai Bahasa Indonesia yang benar dalam mengajar ?                                                                                        Jawaban : Tidak

Alasan : Karena kebanyakan guru memakai bahasa campuran

( Indonesia-Sunda )

10. Dalam berkomunikasi dalam jejaring sosial, apakah anda cenderung menggunakan bahasa campuran ?                                                       Jawaban : Ya

Alasan : Karena jika menggunakan Bahasa Indonesia agak sulit

dimengerti

4.2  Analisa Masalah

Adakah pengaruh lingkungan sosial pelajar SMA  terhadap tatacara berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari-harinya ?

Pada masa ini, pengaruh ego tiap daerah sudah mulai mencuat di permukaan, ditambah dengan pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke negeri ini, yang mulai mengikis sedikit demi sedikit persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .

Dan seiring itu pula, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam percakapan kini mulai tersamarkan dengan pencampuran bahasa lokal maupun bahasa asing dengan Bahasa Indonesia itu sendiri . hal ini sudah cukup pelik, dikarenakan sudah lunturnya kesadaran anak bangsa terhadap bangsanya sendiri .

Berdasarkan hasil penyebaran angket dan wawancara yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keterangan dari responden bahwa 70% pelajar SMA sering menggunakan bahasa campuran dalam percakapan sehari-harinya, dikarenakan mendapat pengaruh dari lingkungan sosialnya, dimulai pengaruh dari dalam yaitu keluarga, hingga pengaruh dari luar seperti lingkungan sekitar, jejaring pertemanan sosial, maupun media massa seperti televisi dan lain lain . Namun pada dasarnya, pelajar SMA secara tidak sadar terus menggunakan Bahasa Indonesia, terutama di forum formal seperti sekolah .

 

Bagaimanakah pengetahuan dan pendapat pelajar SMA tentang penggunaan Bahasa Indonesia maupun bahasa campuran dalam percakapan sehari-harinya ?

Berdasarkan hasil penyebaran angket dan wawancara yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keterangan dari responden bahwa pada dasarnya pelajar SMA sudah tahu akan latar belakang Bahasa Indonesia, tatacara maupun Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ) dan bermacam pengetahuan yang lain . selain itu, keseluruhan dari responden menilai pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah sangatlah penting . Namun sangat disayangkan, penggunaan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari kurang mendapat respon baik, karena beberapa responden menilai bahwa bahasa Indonesia itu baku dan kuno, ditambah pula dengan kurang dicontohkan oleh orang tua, teman-teman, guru di sekolah, bahkan para petinggi republik ini sekalipun .

 

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :

  • Pada umumnya pelajar SMA dalam hal pengetahuan berbahasa Indonesia sudah cukup baik, dengan mengetahui latar belakang Bahasa Indonesia, tatacara berbahasa, kaidah EYD dan lain lain yang sudah didapatkan di sekolah .
  • Sebagian besar pelajar menggunakan bahasa campuran dalam percakapan sehari-harinya karena mendapat pengaruh dari dalam yaitu keluarga, maupun pengaruh dari luar seperti lingkungan sekitar, jejaring pertemanan sosial, maupun media massa .

Oleh karena itu, penulis menilai kesimpulan cocok dengan hipotesa awal pada bab sebelumnya . hal ini dikarenakan telah jelasnya fakta bahwa pelajar SMA cenderung menggunakan bahasa campuran dibandingkan Bahasa Indonesia itu sendiri, walaupun sesungguhnya mereka memiliki pengetahuan teoritis yang cukup baik tentang Bahasa Indonesia .

5.2 Saran

Dari kesimpulan diatas, maka penulis dapat membarikan saran kepada :

  • Pemerintah, agar membuat suatu program bermutu untuk para pelajar mengenai Bahasa Indonesia melalui media massa seperti televisi, radio dan semacamnya, karena media massa adalah media paling efektif untuk menyampaikan informasi .
  • Guru, dalam menyampaikan materi dalam kegiatan belajar mengajar, agar menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar mendapat menjadi contoh bagi siswanya .
  • Siswa, agar lebih sadar dalam menggunakan Bahasa Indonesia sebagai budaya asli Indonesia, agar dapat selalu lestari .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tim Edukatif.  2007. Kompeten Berbahasa Indonesia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

Gulo, W. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Grasindo

annie-ocktaviani.blogspot.com

morfologi.com

www.wikipedia.com

makalahdanskripsi.blogspot.com

http://www.crayonpedia.org

 

 

 

 

 

One response to “contoh – karya tulis untuk SMA

  1. silakan copy, tapi jangan ngaku naku punya koe !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s